Waller Dukung Pemangkasan Suku Bunga The Fed Sebesar 25 Basis Poin

Anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, Christopher J. Waller, menyatakan dukungannya terhadap pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC mendatang. Dalam pidatonya yang bertajuk “Cutting Rates in the Face of Conflicting Data”, Waller menyoroti ketidakseimbangan yang kian melebar antara pertumbuhan ekonomi yang masih solid dengan pelemahan di pasar tenaga kerja.

Menurut Waller, data ekonomi terbaru menunjukkan aktivitas tenaga kerja terus melemah, meskipun pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) masih mencatatkan hasil yang positif. Ia menilai kondisi ini sebagai sinyal bahwa momentum ekonomi Amerika Serikat mulai melambat. Oleh karena itu, langkah pelonggaran kebijakan moneter perlu dipertimbangkan guna menjaga stabilitas pasar tenaga kerja.

“Kita sedang menghadapi data yang saling bertentangan—PDB masih kuat, tetapi indikator tenaga kerja memperlihatkan perlambatan. Dalam kondisi seperti ini, penyesuaian kebijakan secara moderat dapat membantu menjaga keseimbangan ekonomi,” ujar Waller.

Lebih lanjut, Waller menyoroti dampak penutupan pemerintahan AS yang telah menghambat publikasi sejumlah data ekonomi penting. Situasi ini, menurutnya, menyulitkan penilaian terhadap kondisi ekonomi secara menyeluruh. Karena itu, FOMC kini harus lebih mengandalkan data dari sektor swasta serta sinyal pasar untuk menentukan arah kebijakan suku bunga.

Waller juga menegaskan bahwa inflasi menunjukkan tanda-tanda moderasi dan secara bertahap bergerak mendekati target 2% yang ditetapkan The Fed. Dengan tekanan harga yang mulai terkendali, ruang bagi kebijakan moneter yang lebih longgar dinilai semakin terbuka.

Meski demikian, Waller menekankan bahwa langkah berikutnya akan sangat bergantung pada data ekonomi yang masuk. Jika pasar tenaga kerja menunjukkan perbaikan, ruang pelonggaran akan menyempit. Sebaliknya, apabila pelemahan terus berlanjut sementara inflasi tetap stabil, suku bunga idealnya diturunkan menuju tingkat netral di kisaran 2,75%–3,00% atau sekitar 100–125 basis poin di bawah level saat ini.

“Tujuan kami tetap menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan lapangan kerja. Namun kami juga harus berhati-hati agar tidak melonggarkan kebijakan terlalu cepat,” tambahnya.

Pernyataan Waller memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed kemungkinan besar akan menurunkan suku bunga pada akhir Oktober 2025. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, probabilitas pemangkasan suku bunga tersebut kini mencapai sekitar 95%, mencerminkan keyakinan kuat investor terhadap langkah pelonggaran kebijakan moneter yang akan datang.

Source: Newsmaker.id