Emas dan Perak Cetak Rekor, Minyak Tertekan Surplus dan Diplomasi Global
Harga emas dan perak kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dalam sepekan terakhir, mencerminkan ketegangan geopolitik yang meningkat, krisis pasokan di pasar logam mulia, serta ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat akan segera melonggarkan kebijakan moneternya. Namun, reli yang begitu tajam ini berbalik arah pada akhir pekan setelah investor global mulai kembali berani mengambil risiko di pasar saham.
Harga perak sempat melonjak lebih dari 3% hingga menembus level psikologis $52 per ons, terdorong oleh kekhawatiran baru atas konflik dagang AS–Tiongkok, ketidakstabilan politik di Eropa Timur, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve. Kenaikan luar biasa tersebut diperkuat oleh fenomena short squeeze bersejarah di pasar London, di mana likuiditas fisik yang menipis memaksa para pelaku pasar menutup posisi jual dengan harga tinggi. Suku bunga sewa perak melonjak lebih dari 30%, membuat biaya posisi short membengkak dan mendorong terjadinya kepanikan beli yang mempercepat reli harga.
Puncaknya, perak mencapai rekor sepanjang masa di atas $54 per ons sebelum akhirnya terkoreksi tajam lebih dari 4% akibat meningkatnya minat risiko global. Pernyataan Presiden Donald Trump bahwa tarif impor 100% atas barang-barang Tiongkok tidak berkelanjutan membuat pasar merespons positif, memicu arus keluar dari aset aman dan masuk kembali ke pasar ekuitas.
Sementara itu, harga minyak mentah dunia menunjukkan volatilitas ekstrem sepanjang pekan dengan tren melemah dan mencatat penurunan mingguan hampir 3%. Awalnya, harga sempat naik setelah muncul kabar rencana pertemuan antara Trump dan Xi Jinping yang diharapkan bisa meredakan ketegangan dagang. Namun, sentimen positif ini tidak bertahan lama.
Tekanan utama terhadap harga minyak datang dari laporan terbaru International Energy Agency (IEA) yang memperkirakan surplus pasokan global mencapai 4 juta barel per hari pada 2026. Selain itu, potensi meningkatnya ekspor Rusia setelah rencana pertemuan Trump–Putin turut menekan harga. Akibatnya, harga minyak jenis WTI jatuh ke level terendah dalam lima bulan terakhir di kisaran $57 per barel.
Menjelang akhir pekan, harga sempat pulih tipis, namun pasar tetap dibayangi kekhawatiran atas risiko oversupply dan melemahnya permintaan global. Dalam jangka pendek, arah harga minyak kemungkinan besar akan ditentukan oleh hasil diplomasi energi antarnegara produsen utama dan kebijakan produksi OPEC+.
Di sisi lain, harga emas juga menorehkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus level $4.100, $4.200, hingga lebih dari $4.300 per ons secara berturut-turut. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan permintaan terhadap aset aman (safe haven) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
Sejak awal tahun, harga emas telah melonjak lebih dari 57%, menjadikannya salah satu instrumen investasi dengan performa terbaik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Faktor tambahan yang memperkuat reli ini adalah meningkatnya spekulasi tentang potensi government shutdown di AS serta pelemahan dolar menjelang data inflasi terbaru.
Namun, pada akhir pekan, reli emas juga mengalami koreksi sekitar 2% setelah menyentuh puncak $4.379 per ons. Dolar AS menguat dan imbal hasil Treasury meningkat seiring pernyataan Trump bahwa tarif tinggi terhadap Tiongkok akan dikaji ulang. Komentar tersebut mendorong peningkatan selera risiko investor, sehingga banyak pelaku pasar mengurangi posisi di logam mulia.
Tinjauan Teknikal
Silver (Perak)
Rekomendasi minggu ini:
- Buy di $52.156, Take Profit di $54.457, Stop Loss di $52.104.
- Alternatif: Sell di $51.176, Take Profit di $49.153, Stop Loss di $52.050.
BCO (Minyak Brent Crude Oil)
Rekomendasi minggu ini:
- Buy di $61.45, Take Profit di $63.42, Stop Loss di $60.13.
- Alternatif: Sell di $60.00, Take Profit di $58.81, Stop Loss di $60.50.
Gold (Emas)
Rekomendasi minggu ini:
- Buy di $4.331, Take Profit di $4.552, Stop Loss di $4.251.
- Alternatif: Sell di $4.205, Take Profit di $4.108, Stop Loss di $4.300.
DISCLAIMER
Artikel ini disusun untuk tujuan analisis dan informasi semata, bukan sebagai acuan investasi yang pasti. Pelaku pasar disarankan untuk memperhatikan perkembangan fundamental dan teknikal terkini sebelum mengambil keputusan perdagangan.
