Pertumbuhan manufaktur Inggris akhirnya menunjukkan titik balik penting pada November, ketika Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur—yang dirilis oleh S&P Global—naik menjadi 50,2 dari 49,7 pada Oktober. Angka ini, sesuai dengan pembacaan flash, menandai ekspansi pertama sejak September 2024 dan memberikan sinyal awal pemulihan bagi sektor yang telah lama tertekan.
Peningkatan Permintaan Domestik Dorong Kinerja Manufaktur
S&P Global melaporkan bahwa November menghadirkan stabilisasi pesanan baru setelah 13 bulan berturut-turut mengalami kontraksi. Kenaikan ini terutama dipicu oleh peningkatan permintaan dalam negeri, sementara perlambatan pesanan ekspor menunjukkan perbaikan signifikan dengan laju kontraksi terendah dalam 12 bulan.
Pemulihan domestik ini menjadi titik terang penting di tengah tekanan eksternal, terutama ketika banyak negara mitra perdagangan masih menghadapi tantangan ekonomi global. Kombinasi antara meningkatnya permintaan lokal dan penyusutan pelemahan di pasar ekspor memberikan landasan yang lebih solid bagi produsen Inggris.
Produksi Masih Lemah, Tertopang oleh Sektor Barang Investasi
Meskipun indeks menunjukkan wilayah ekspansi, S&P menegaskan bahwa pertumbuhan keseluruhan tetap lemah. Hanya segmen investment goods yang menunjukkan peningkatan volume produksi. Sementara itu, produksi barang konsumsi dan barang menengah justru mengalami penurunan. Menariknya, hanya produsen berskala besar yang melaporkan adanya ekspansi, mengindikasikan bahwa pemulihan belum merata di seluruh kategori bisnis.
Data resmi terakhir bahkan menunjukkan bahwa output manufaktur pada kuartal ketiga masih 1,0% lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, diperburuk oleh serangan siber yang menghentikan aktivitas produksi di Jaguar Land Rover.
Tenaga Kerja Menyusut, Harga Jual Turun Pertama Kalinya Sejak 2023
Sektor manufaktur masih mencatat penurunan tenaga kerja, meskipun tingkat penyusutannya merupakan yang paling kecil dalam setahun. Pelaku industri menyebutkan bahwa kenaikan biaya tenaga kerja—termasuk peningkatan upah minimum sebesar 7% pada April dan naiknya kontribusi jaminan sosial dari perusahaan—menjadi salah satu penyebab pemangkasan karyawan. Selain itu, menurunnya jumlah pekerjaan tertunda membuat kebutuhan tenaga kerja berkurang.
Di sisi lain, harga jual manufaktur tercatat menurun untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023. Hal ini menunjukkan adanya tekanan margin bagi produsen, namun sekaligus memberikan potensi penurunan tekanan inflasi bagi konsumen.
Optimisme Bisnis Meningkat, Peran AI dan Pusat Data Jadi Harapan Baru
Meskipun tekanan masih terasa, tingkat optimisme pelaku manufaktur melonjak ke level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir. Beberapa produsen menyatakan harapan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) serta pembangunan pusat data akan meningkatkan daya saing mereka, atau setidaknya mendorong permintaan dari sektor-sektor terkait.
Kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi digital dan ekspansi infrastruktur data menjadi peluang strategis bagi sektor manufaktur Inggris dalam menghadapi persaingan global.
Dampak Kebijakan Anggaran: Pajak Naik, Tapi Beban Bisnis Diperingan
Survei ini dilakukan sebelum Menteri Keuangan Rachel Reeves mengumumkan anggaran tahunan pada 26 November, yang berisi kenaikan pajak sebesar 26 miliar pound sterling. Namun, kebijakan tersebut relatif lebih ramah terhadap dunia usaha dibandingkan dengan anggaran sebelumnya pada Oktober 2024, memberikan sedikit ruang bernapas bagi sektor manufaktur yang tengah mencari momentum pemulihan.
Dengan ekspansi PMI pertama dalam lebih dari setahun, sektor manufaktur Inggris kini berada pada titik krusial. Meskipun tantangan masih besar, tanda-tanda perbaikan permintaan dan meningkatnya optimisme bisnis memberi isyarat bahwa fondasi pertumbuhan sedang terbentuk.
Source : Reuters.com
