Perak kembali mencuri perhatian pasar setelah menembus level tertinggi sepanjang masa (ATH) seiring meningkatnya minat investor terhadap logam mulia tersebut. Pergeseran kebijakan suku bunga The Fed menuju sikap yang lebih longgar menjadi pemicu utama. Penurunan suku bunga membuat imbal hasil aset berbunga seperti obligasi menjadi kurang menarik, sehingga sebagian dana beralih ke aset non-yielding seperti perak. Momentum kenaikan emas sebelumnya juga menjadi katalis tambahan, karena banyak pelaku pasar melihat perak sebagai alternatif yang lebih murah dengan potensi kenaikan agresif ketika sentimen risk-off dan tren pelonggaran kebijakan moneter semakin kuat.
Dari sisi fundamental, perak memiliki keunikan tersendiri dibandingkan logam mulia lainnya. Selain dipersepsikan sebagai aset lindung nilai, perak juga memiliki peran besar dalam sektor industri. Kebutuhan perak terus meningkat dalam produksi panel surya, kendaraan listrik, perangkat elektronik, serta teknologi ramah lingkungan. Ketika ekspektasi pertumbuhan global membaik setelah suku bunga mulai diturunkan, pasar langsung membaca peluang meningkatnya permintaan industri yang lebih tinggi di masa depan. Narasi kombinasi “safe haven metal + industrial commodity” ini membuat perak terlihat jauh lebih menarik dibanding banyak komoditas lain, sehingga tekanan beli meningkat drastis dan harga terdorong melewati rekor ATH.
Meski demikian, lonjakan harga yang terlalu cepat memunculkan potensi koreksi. Pelaku pasar menyadari bahwa kenaikan tajam kerap menjadi ruang bagi aksi ambil untung, terutama jika data ekonomi tidak sekuat perkiraan atau jika The Fed memberi sinyal jeda pelonggaran yang lebih panjang. Untuk saat ini, selama ekspektasi pemangkasan suku bunga berlanjut, dolar AS cenderung melemah, dan sentimen terhadap logam mulia tetap positif, maka fondasi fundamental masih memihak pada perak. Para trader akan terus mencermati data inflasi, prospek pertumbuhan global, serta komentar bank sentral guna menentukan apakah reli perak menuju rekor tertinggi dapat berlanjut atau justru memasuki fase konsolidasi.
Source: Newsmaker.id
