Pada perdagangan Selasa, harga minyak dunia memperlihatkan penguatan yang stabil, seiring pasar menimbang risiko gangguan pasokan dari Iran dan potensi tambahan pasokan dari Venezuela. Brent naik sekitar 0,4% ke level ~$64,15 per barel, sementara WTI meningkat sekitar 0,5% ke ~$59,78, mencapai level tertinggi sejak awal Desember.
Kenaikan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Iran, yang tengah menghadapi demonstrasi besar-besaran dan eskalasi risiko terhadap pasokan minyak global. Kekhawatiran bahwa konflik di Iran dapat mengganggu produksi atau pengiriman minyak melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz telah mendorong munculnya risk premium di pasar—menurut analis, ketegangan ini diperkirakan menambah sekitar $3–$4 per barel sebagai premium risiko geopolitik.
Di sisi lain, Venezuela memberikan efek penahan terhadap lonjakan harga. Dengan perubahan situasi politik dan upaya untuk memulihkan ekspor minyak yang sempat dibatasi sanksi, pasar kini menghitung kemungkinan kembalinya minyak Venezuela ke permukaan global—termasuk kemungkinan AS menerima hingga 50 juta barel minyak yang sebelumnya dibatasi sanksi. Harapan pasokan tambahan ini membatasi ruang kenaikan harga yang lebih agresif, meskipun risiko dari Iran tetap kuat.
Secara teknikal, Brent kini sedang menguji area resistance jangka pendek di sekitar level $64–$64,5, dan bila sentimen geopolitik tetap kuat, target psikologis berikutnya berada di sekitar $65 per barel. Sebaliknya, bila fokus pasar beralih kembali ke prospek peningkatan pasokan global dari Venezuela atau ketegangan di Iran mereda, Brent dapat melemah ke sekitar $63,8 lalu $63,4–$63,0. (Harga di bawah sini akan mencerminkan dominasi tekanan pasokan).
Untuk WTI, level $60 per barel menjadi batas psikologis penting. Penutupan di atas level ini dapat membuka potensi kenaikan lebih lanjut menuju $60,6–$61, sementara gagal mempertahankan di atas level tersebut berpotensi memicu profit-taking dan penurunan kembali ke kisaran $59,2–$59,0.
Ke depan, data inventaris minyak AS yang dirilis mingguan akan menjadi katalis penting untuk pergerakan intraday selanjutnya, terutama setelah perubahan jadwal dan format rilis data oleh EIA yang mulai berlaku awal Januari ini, yang membuat pasar semakin sensitif terhadap detail jadwal publikasi.
Secara keseluruhan, narasi pasar hari ini tetap berada pada kombinasi antara tekanan geopolitik yang mendukung harga dan ekspektasi pasokan yang menahan kenaikan harga, mencerminkan dinamika yang kompleks antara risiko dan fundamental pasokan global.
Source: Newsmaker.id
