Pasar saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Kamis, mengikuti reli kuat di Wall Street yang mencetak rekor baru. Kenaikan ini didorong oleh optimisme investor terhadap potensi perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, yang membuka peluang dimulainya kembali pembicaraan damai. Sentimen ini memberikan angin segar bagi pasar global, terutama setelah kekhawatiran geopolitik sempat menekan pergerakan aset berisiko dalam beberapa waktu terakhir.
Indeks MSCI Asia Pacific mencatat kenaikan sebesar 0,4%, mencerminkan respons positif pasar terhadap potensi meredanya konflik di Timur Tengah. Harapan akan stabilitas geopolitik dinilai dapat menekan harga minyak dan mendukung prospek pertumbuhan ekonomi global. Kondisi ini juga memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke aset berisiko setelah periode volatilitas tinggi.
Di Amerika Serikat, indeks utama seperti S&P 500 dan Nasdaq 100 berhasil ditutup pada level tertinggi sepanjang masa. Kinerja impresif ini tidak lepas dari dorongan sektor keuangan, di mana perusahaan besar seperti Bank of America dan Morgan Stanley melaporkan laba yang melampaui ekspektasi analis. Hasil tersebut memperkuat kepercayaan pasar terhadap ketahanan ekonomi AS di tengah ketidakpastian global.
Di pasar lintas aset, meredanya ketegangan geopolitik turut melemahkan dolar AS. Indeks Bloomberg Dollar Spot tercatat menuju penurunan terpanjang sejak Desember 2006. Sementara itu, harga minyak Brent diperdagangkan sedikit di bawah US$95 per barel, menunjukkan tekanan yang mulai berkurang. Emas sebagai aset safe haven justru mengalami kenaikan mendekati US$4.830 per ounce, menandakan investor tetap menjaga kehati-hatian. Obligasi pemerintah AS juga mencatat penguatan tipis.
Sumber yang mengetahui proses negosiasi menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran tengah mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu guna memberikan waktu lebih panjang bagi proses diplomasi. Meski demikian, kawasan Selat Hormuz masih menjadi titik risiko utama yang dapat memicu ketegangan sewaktu-waktu dan mempengaruhi stabilitas pasar energi global.
Reli pasar saham global saat ini menjadi pembalikan tajam dari aksi jual besar yang terjadi bulan lalu, ketika Nasdaq 100 sempat memasuki fase koreksi teknikal. Kini, sebagian pelaku pasar mulai mengurangi posisi defensif mereka, seiring meningkatnya optimisme terhadap tema kecerdasan buatan (AI) dan kuatnya kinerja laba perusahaan.
Sektor teknologi kembali menjadi motor penggerak utama di Wall Street. Terjadi rotasi sektor dari saham chip yang sebelumnya mengalami lonjakan tajam ke saham perangkat lunak yang sempat tertinggal. Oracle mencatat kenaikan sebesar 4,2%, sementara Microsoft melonjak 4,6%, mencerminkan minat investor yang kembali menguat pada subsektor ini.
Di pasar negara berkembang, Indeks MSCI Emerging Markets naik 1,2%, memperpanjang reli dua hari menjadi lebih dari 3%. Goldman Sachs menilai pemulihan terkuat terjadi di kawasan Asia Utara, Eropa berkembang, dan Amerika Latin. Sementara itu, beberapa wilayah di ASEAN dan India masih tertinggal akibat gangguan fisik yang belum sepenuhnya pulih.
Secara keseluruhan, tren positif ini menunjukkan bahwa pasar global mulai menemukan kembali momentum kenaikan, didukung oleh kombinasi faktor geopolitik yang mereda, kinerja perusahaan yang solid, serta ekspektasi pertumbuhan jangka menengah yang tetap kuat.
Source: Newsmaker.id
