Pasar Risk-Off Menggila: Emas dan Perak Cetak Rekor, Minyak Bertahan di Zona Hijau Tipis

Sentimen pasar global memasuki fase risk-off yang agresif, ditandai perburuan besar-besaran aset safe-haven seperti emas dan perak, sementara pasar energi bergerak lebih hati-hati. Harga minyak mentah bertahan di zona hijau tipis, mencerminkan tarik-menarik antara premi risiko geopolitik dan kekhawatiran pasokan berlebih. Brent bertahan di sekitar US$63,00 per barel, sedangkan WTI bergerak di kisaran US$58,75 per barel. Kenaikan terbatas ini terutama ditopang oleh risiko geopolitik Iran, meski analis Goldman Sachs menilai struktur pasar minyak tahun ini masih berat, dengan pasokan berlebih berpotensi menahan reli agar tidak berkelanjutan dan menjaga harga berjangka tetap relatif rendah.

Tekanan geopolitik sempat kembali mengangkat harga minyak ketika Amerika Serikat meningkatkan sikap keras terhadap Iran. Presiden Donald Trump mengumumkan rencana tarif 25% bagi negara mana pun yang masih berbisnis dengan Iran, sembari membuka kemungkinan langkah militer. Pernyataan tersebut langsung memicu kekhawatiran gangguan ekspor Iran dan membuat pasar kembali memasang premi geopolitik. Setelah reli beruntun yang menjadi kenaikan terbesar dalam lebih dari enam bulan, harga minyak kemudian cenderung stabil, seolah pasar menahan napas menunggu konfirmasi risiko berikutnya. Momentum tersebut sempat patah ketika Trump memberi sinyal opsi serangan cepat kemungkinan ditahan, membuat premi risiko mengempis dan harga minyak mengalami penurunan terdalam sejak Oktober. Menjelang akhir periode, harga kembali menguat tipis saat pasar menimbang ulang risiko pasokan, meski tensi serangan tampak mereda. Brent sempat bergerak ke area US$64,00 per barel, sementara WTI mendekati US$59,36 per barel, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi beberapa bulan di tengah protes di Iran.

Di pasar logam mulia, gelombang risk-off tampil jauh lebih agresif. Emas dan perak melesat ke rekor baru ketika investor memburu aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian politik Amerika Serikat. Kekhawatiran atas independensi Federal Reserve mencuat menyusul eskalasi penyelidikan kriminal yang menyeret Ketua The Fed Jerome Powell. Dolar AS melemah, volatilitas politik meningkat, dan arus dana pun deras mengalir ke emas serta perak. Emas sempat mencetak puncak intraday di area US$4.629 per ons, sementara perak melonjak hingga US$86,22 per ons sebelum terkoreksi ringan dari puncaknya.

Setelah reli tajam tersebut, emas sempat melemah tipis seiring rilis data inflasi AS yang menunjukkan tekanan harga lebih terkendali, membuka ruang ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Namun pelemahan ini bersifat sementara. Ketika dolar bertahan stabil dan ketidakpastian geopolitik-ekonomi kembali menguat, emas kembali mencetak rekor baru, diikuti pergerakan perak yang terus mengejar. Di pasar spot, emas sempat naik hingga sekitar US$4.628,68 per ons dan menyentuh intraday US$4.641,40 per ons, sebelum mencatat rekor puncak lanjutan di US$4.642,72 per ons.

Memasuki fase berikutnya, tekanan korektif kembali muncul. Penguatan dolar setelah data klaim pengangguran mingguan AS menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih cukup tangguh, ditambah nada kebijakan AS yang lebih moderat terhadap Iran, mengurangi dorongan safe-haven. Aksi ambil untung pasca reli panjang memperdalam koreksi, dengan emas spot sempat turun ke US$4.536,49 per ons. Meski terkoreksi, emas tetap berada di jalur kenaikan mingguan kedua berturut-turut, menegaskan bahwa minat safe-haven belum sepenuhnya hilang dan hanya menyesuaikan ritme terhadap berita geopolitik, pergerakan dolar, serta ekspektasi suku bunga global.

Tinjauan Teknikal

GOLD
Rekomendasi minggu ini condong dua arah mengikuti volatilitas tinggi. Strategi beli berada di area $4.640 dengan target profit $4.919 dan stop loss di $4.623. Alternatifnya, strategi jual dapat dipertimbangkan di $4.593 dengan target $4.405 dan stop loss di $4.620.

BCO (Brent Crude Oil)
Untuk minyak Brent, strategi beli berada di $64.09 dengan target $65.36 dan stop loss di $63.73. Opsi jual tersedia di $63.29 dengan target $62.46 dan stop loss di $64.00.

DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini bersifat analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan faktor fundamental dan teknikal pasar sebelum mengambil keputusan investasi.