Upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membentuk kembali jajaran pimpinan Federal Reserve (The Fed) kembali menjadi sorotan. Langkah tersebut mencuat setelah Mahkamah Agung AS untuk sementara memblokir pencopotan Gubernur The Fed, Lisa Cook, sehingga ia tetap dapat menjalankan tugasnya sambil menghadapi proses hukum yang sedang berlangsung.
Sejumlah pejabat senior dan sekutu Trump dikabarkan tengah mencari cara untuk mengganti beberapa anggota Dewan Gubernur The Fed. Strategi ini bertujuan membuka ruang bagi Trump untuk menempatkan tokoh-tokoh yang sejalan dengan arah kebijakan ekonominya di bank sentral Amerika Serikat. Lisa Cook masih menjadi salah satu target utama, sementara mantan Ketua The Fed Jerome Powell juga tetap berada dalam perhatian pemerintahan Trump.
Meskipun putusan Mahkamah Agung dinilai memperkuat independensi Federal Reserve dari tekanan eksekutif, sejumlah pengamat menilai keputusan tersebut bersifat prosedural dan tidak menutup kemungkinan adanya upaya hukum baru. Sekutu Trump meyakini putusan tersebut memberikan petunjuk mengenai prosedur yang lebih tepat untuk kembali mengajukan pencopotan Lisa Cook. Trump sendiri telah menyatakan bahwa pemerintahannya akan memulai proses baru dengan mekanisme hukum yang lebih ketat dan komprehensif.
Tekanan terhadap The Fed semakin meningkat seiring keinginan Trump agar bank sentral segera memangkas suku bunga. Selama beberapa waktu terakhir, Trump berulang kali mengkritik Jerome Powell karena dianggap terlalu lambat dalam melonggarkan kebijakan moneter. Namun, peluang pemangkasan suku bunga tahun ini justru semakin mengecil setelah tekanan inflasi kembali meningkat. Dalam proyeksi ekonomi bulan Juni, sekitar setengah dari pejabat The Fed bahkan menilai bahwa suku bunga masih berpotensi dinaikkan apabila inflasi terus menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
Jerome Powell juga masih menjadi perhatian karena tetap akan menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed meskipun masa jabatannya sebagai ketua berakhir. Trump dikabarkan tidak puas dengan keputusan Powell untuk tetap berada di Dewan Gubernur hingga masa jabatannya berakhir pada 2028. Di sisi lain, Powell secara konsisten menegaskan bahwa independensi kebijakan moneter merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi Amerika Serikat dan tidak boleh dipengaruhi oleh kepentingan politik jangka pendek.
Selain Lisa Cook dan Jerome Powell, Gedung Putih juga mulai menaruh perhatian pada posisi Presiden Federal Reserve Bank of Atlanta yang saat ini masih kosong. Jabatan tersebut dinilai sangat strategis karena Federal Reserve Atlanta memiliki peran penting dalam menganalisis pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat serta memberikan berbagai indikator ekonomi yang menjadi acuan pasar. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, disebut tengah mencari kandidat yang memiliki pandangan sejalan dengan arah kebijakan ekonomi pemerintahan Trump.
Bagi pelaku pasar global, meningkatnya intervensi politik terhadap Federal Reserve berpotensi memunculkan ketidakpastian baru. Independensi bank sentral selama ini menjadi salah satu faktor utama yang menjaga kredibilitas kebijakan moneter Amerika Serikat. Apabila investor menilai independensi tersebut mulai melemah, kepercayaan terhadap arah kebijakan suku bunga, stabilitas dolar AS, serta prospek pengendalian inflasi dapat ikut terpengaruh.
Dalam kondisi seperti ini, aset safe haven seperti emas berpotensi kembali menjadi pilihan utama investor. Kekhawatiran terhadap ketidakpastian politik, potensi perubahan arah kebijakan moneter, serta meningkatnya risiko inflasi biasanya mendorong permintaan terhadap logam mulia. Oleh karena itu, perkembangan hubungan antara pemerintahan Trump dan Federal Reserve diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan global dalam beberapa waktu mendatang.
Source: Newsmaker.id
