Pengangguran Australia Stabil, Perkuat Sikap Hati-Hati RBA

Tingkat pengangguran Australia tetap stabil pada bulan Agustus meski jumlah lapangan kerja berkurang. Hal ini menandakan pasar tenaga kerja masih ketat dan mendukung sikap hati-hati Reserve Bank of Australia (RBA) dalam melonggarkan kebijakan moneter.

Data dari Australian Bureau of Statistics (ABS) pada Kamis menunjukkan tingkat pengangguran bertahan di 4,2%, sesuai dengan perkiraan para ekonom. Lapangan kerja berkurang sebanyak 5.400, yang seluruhnya berasal dari posisi penuh waktu, sementara pekerjaan paruh waktu meningkat tajam sebesar 35.500.

Dampak langsung dari laporan ini membuat dolar Australia dan imbal hasil obligasi pemerintah tiga tahun—yang sensitif terhadap kebijakan—turun. Para pelaku pasar memperkirakan dewan kebijakan RBA akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,6% bulan ini, setelah tiga kali pemangkasan sepanjang tahun. Sementara itu, peluang pemangkasan keempat lebih besar diprediksi terjadi pada November.

ABS juga melaporkan bahwa total jam kerja turun 0,4% pada Agustus, seiring berkurangnya pekerja penuh waktu. Kepala Statistik Tenaga Kerja ABS, Sean Crick, menegaskan hal ini menjadi faktor utama penurunan kontribusi jam kerja nasional.

Pasar Tenaga Kerja Jadi Penentu Kebijakan RBA

Data ketenagakerjaan menjadi indikator kunci bagi RBA dalam menentukan arah kebijakan. Ketahanan pasar tenaga kerja, meski menunjukkan tanda-tanda perlambatan, masih menjadi perhatian utama karena berpotensi memicu kembali tekanan inflasi.

Gubernur RBA Michele Bullock mengisyaratkan perlunya “beberapa kali” pemangkasan tambahan untuk mencapai target proyeksi ekonomi bank sentral. Sementara itu, Asisten Gubernur Sarah Hunter menyebutkan bahwa kondisi perekonomian saat ini mendekati tingkat full employment atau lapangan kerja penuh.

Meski demikian, terdapat sinyal perlambatan di pasar tenaga kerja Australia. Aktivitas rekrutmen mulai menurun, tingkat pergantian pekerjaan juga melambat, menunjukkan bahwa pekerja lebih berhati-hati dalam mencari pekerjaan baru demi upah lebih tinggi. Hal ini biasanya mencerminkan berkurangnya keyakinan terhadap permintaan tenaga kerja.

Faktor Global Perkuat Ketidakpastian

Selain kondisi domestik, ketidakpastian global turut membayangi outlook ekonomi Australia. Kebijakan proteksionis pemerintahan Trump di AS, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta melemahnya permintaan dari Tiongkok menjadi faktor eksternal yang membebani prospek pasar tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi Australia.

RBA juga menantikan rilis indikator inflasi bulanan (CPI) pekan depan sebelum rapat kebijakan September. Namun, Hunter menekankan bahwa data tersebut masih sangat fluktuatif sehingga belum bisa dijadikan tolok ukur pasti mengenai tren harga.

Rincian Laporan Tenaga Kerja Agustus

  • Tingkat partisipasi menurun ke 66,8% dari 67% pada Juli
  • Pekerjaan penuh waktu turun 40.900, sementara pekerjaan paruh waktu naik 35.500
  • Tingkat underemployment turun 0,1 poin menjadi 5,7%
  • Tingkat underutilization turun menjadi 9,9%
  • Rasio ketenagakerjaan terhadap populasi menurun ke 64,0%

Stabilnya tingkat pengangguran di tengah penurunan jumlah pekerjaan mencerminkan kompleksitas kondisi pasar tenaga kerja Australia. Hal ini semakin menegaskan bahwa RBA akan berhati-hati dalam mengambil langkah pelonggaran kebijakan moneter berikutnya.

Source : Bloomberg.com