Harga emas (XAU/USD) kembali menunjukkan kekuatan pada sesi Eropa Rabu siang, menembus level psikologis penting di atas $4.000 per ons dan mendekati level tertinggi harian sebelumnya. Kenaikan ini menandai berakhirnya tren penurunan tiga hari berturut-turut, dengan para pelaku pasar kini menahan posisi sambil menunggu hasil rapat kebijakan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan menentukan arah pergerakan berikutnya.
Ekspektasi pasar terhadap kebijakan dovish Federal Reserve menjadi faktor utama yang mendukung lonjakan permintaan terhadap logam mulia tanpa imbal hasil ini. Pelaku pasar semakin yakin bahwa The Fed akan menahan diri dari kenaikan suku bunga lebih lanjut, atau bahkan membuka peluang pemangkasan pada pertemuan mendatang. Ekspektasi tersebut memberikan dorongan signifikan bagi emas, yang biasanya diuntungkan saat imbal hasil obligasi dan suku bunga riil melemah.
Di sisi lain, Dolar AS (USD) mencatat penguatan moderat menjelang pengumuman kebijakan The Fed. Penguatan ini sebagian besar disebabkan oleh aksi reposisi portofolio menjelang risiko peristiwa besar tersebut. Namun, tanda-tanda pelonggaran ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok—dua ekonomi terbesar dunia—menjadi faktor yang membatasi minat terhadap aset safe haven seperti emas, sehingga menahan potensi kenaikan lebih lanjut dalam jangka pendek.
Secara teknikal, meskipun pergerakan di atas $4.000 menjadi sinyal positif bagi sentimen bullish, para analis menilai bahwa konfirmasi lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan bahwa fase koreksi dari rekor tertinggi sebelumnya telah berakhir. Pembelian lanjutan di atas area tersebut akan menjadi sinyal valid bahwa tren naik jangka menengah kembali berlanjut.
Dengan ketidakpastian kebijakan moneter AS yang masih tinggi, investor disarankan menunggu hasil resmi keputusan The Fed untuk mendapatkan arah yang lebih jelas. Namun, secara fundamental, prospek emas tetap kokoh didukung oleh pelemahan prospektif Dolar AS, ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, serta permintaan kuat dari investor global terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang masih berlanjut.
Source: FXstreet
