Saham Asia Menguat Kembali di Tengah Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Pasar saham Asia-Pasifik memulai pekan ini dengan penguatan solid setelah Presiden The Fed New York, John Williams, memberikan sinyal positif mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga ketiga tahun ini. Pernyataannya bahwa risiko pelemahan pasar tenaga kerja kini lebih besar dibandingkan tekanan inflasi meningkatkan keyakinan pasar bahwa The Fed dapat mengambil langkah pelonggaran moneter pada Desember, dengan probabilitas yang kini mendekati 70%. Sentimen ini langsung mendorong arus beli di pasar regional setelah pekan lalu diwarnai aksi jual tajam, terutama di sektor teknologi.

Kebangkitan pasar dipimpin oleh Korea Selatan, yang menampilkan kinerja paling kuat di kawasan. Indeks Kospi melonjak 1,28% berkat dorongan aksi beli pada saham teknologi unggulan, sementara Kosdaq naik 0,5% dalam sesi perdagangan yang lebih selektif. Saham Samsung menjadi sorotan setelah mencatat kenaikan lebih dari 3%, mengindikasikan pemulihan minat investor terhadap saham semikonduktor menyusul tekanan pekan sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan kepercayaan pasar bahwa sektor teknologi akan pulih apabila prospek suku bunga global semakin longgar.

Australia turut menguat, dengan indeks ASX 200 naik 1,08% setelah mengalami tekanan pada akhir pekan lalu. Salah satu penggerak utama adalah saham Qube, yang melonjak hampir 20% setelah menerima tawaran akuisisi dari Macquarie Asset Management. Aksi korporasi ini memicu sentimen positif terhadap saham-saham logistik dan infrastruktur. Sementara itu, BHP menguat 0,7% setelah perusahaan tersebut mengumumkan keputusan untuk membatalkan rencana merger dengan Anglo American, memberikan kepastian baru bagi investor terkait arah strategis perusahaan di tengah dinamika industri pertambangan global.

Di Hong Kong, kontrak Hang Seng mencatat kenaikan 1,27% dibandingkan penutupan sebelumnya, menandai pemulihan minat risiko di pasar yang sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran pertumbuhan regional dan sentimen global. Aktivitas pasar Jepang libur karena hari raya nasional, tetapi momentum positif dari kawasan lain diperkirakan akan memberikan dorongan ketika perdagangan dibuka kembali. Secara keseluruhan, kebangkitan bursa Asia hari ini menunjukkan bahwa harapan terhadap pelonggaran kebijakan moneter The Fed menjadi katalis utama yang kembali menghidupkan optimisme investor di awal pekan.

Source: Newsmaker.id