Jakarta, 21 September 2023 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia siap melanjutkan tren kenaikan, dengan tujuan mencapai level 7.030 setelah Federal Reserve memutuskan untuk menjaga suku bunga tetap. Selain itu, pasar bersiap menghadapi Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) hari ini.
Perhatian: Dampak Keputusan The Fed pada IHSG
Pengumuman terbaru dari Federal Reserve untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 5,25-5,50 persen selama pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 19-20 September 2023 telah menciptakan gelombang dalam pasar global. Keputusan ini diprediksi akan memiliki dampak besar pada kinerja IHSG.
Minat: Faktor yang Mendorong Pertumbuhan IHSG
1. Keputusan Suku Bunga BI
Sementara The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya, fokus sekarang beralih ke Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). BI diperkirakan akan mengikuti jejak dengan menjaga suku bunga acuannya tetap pada 5,75 persen saat ini. Keselarasan antara kebijakan moneter The Fed dan BI menunjukkan stabilitas dalam lanskap keuangan Indonesia.
2. Analisis Teknis
Valdy Kurniawan, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, telah memberikan wawasan berharga tentang indikator teknis IHSG. Menurutnya, level support IHSG hari ini berada di 6.950, dengan level pivot di 7.000 dan resisten di 7.050. Dia menyarankan bahwa indikasi teknis terbaru tentang penguatan yang berkelanjutan ditekan oleh penurunan Wall Street pada hari Rabu. Valdy mengharapkan IHSG akan fluktuatif dalam kisaran 6.980-7.030 hari ini.
3. Outlook Rupiah
Pergerakan rupiah Indonesia diperkirakan akan dipengaruhi oleh pandangan ekonomi BI, yang akan disampaikan bersamaan dengan pengumuman RDG BI. BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada 5,75 persen saat ini. Selain itu, potensi kenaikan lebih lanjut pada Yield Surat Utang AS dapat memicu penguatan rupiah dalam jangka pendek.
Keinginan: Apa yang Menanti di Depan
Melihat gambaran global yang lebih luas, Bank of England juga tengah mempertimbangkan kenaikan 25 basis poin dalam suku bunga acuannya menjadi 5,5 persen. Di sisi lain, The Fed mempertahankan suku bunga acuan saat ini tetapi tetap mempertahankan kemungkinan kenaikan suku bunga lagi hingga akhir 2023.
Jerome Powell, Kepala The Fed, mengungkapkan bahwa meskipun soft landing masih memungkinkan, hal itu bukanlah skenario utama. Sentimen ini menyebabkan pelemahan indeks Wall Street. Akibatnya, Yield Surat Utang AS dengan tenor 2 tahun dan 10 tahun mencapai level tertinggi sejak tahun 2006 dan 2007.
Di sisi lain, sebagian besar indeks Eropa ditutup hampir 1 persen lebih tinggi pada Rabu, 20 September. Pasar Eropa mengantisipasi keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan, yang memicu optimisme.
Di Inggris, inflasi Agustus 2023 berada pada 6,7 persen year-on-year (YoY), sedikit lebih rendah dari ekspektasi 7 persen YoY. Sementara itu, indeks-indeks regional Asia cenderung melemah menyusul keputusan bank sentral China untuk mempertahankan tingkat suku bunga utama selama satu tahun pada 3,45 persen dan lima tahun pada 4,2 persen.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah turun 1,01 persen menjadi $90,28 per barel. Penurunan ini disebabkan oleh pandangan kebijakan moneter yang tetap hawkish hingga akhir tahun ini.
Valdy menyarankan para investor untuk tetap memperhatikan peluang kenaikan lebih lanjut dalam saham-saham perbankan seperti BBCA, BBNI, BBRI, dan BBTN. Selain itu, saham-saham di sektor lain seperti TLKM, UNVR, INDF, ADRO, dan potensi rebound pada CPIN dan AMRT sebaiknya tidak diabaikan.
Aksi: Navigasi Potensi IHSG
Sebagai kesimpulan, keselarasan antara keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga dan sikap yang diantisipasi dari BI menunjukkan jalur yang stabil ke depan bagi IHSG. Meskipun ketidakpastian global masih ada, optimisme berhati-hati mengelilingi kinerja indeks.
Para investor disarankan untuk berhati-hati dan mendiversifikasi portofolio mereka sebagai respons terhadap lanskap keuangan global yang selalu berubah. Penting untuk diingat bahwa keputusan investasi harus dibuat dengan hati-hati, mempertimbangkan tujuan keuangan individu dan toleransi risiko.
