Investor tengah memantau pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) karena sahamnya bertujuan untuk menembus level Rp130, mencatat pencapaian penting. Pekan lalu, dari 4 hingga 8 Desember 2023, terjadi lonjakan signifikan dalam saham GOTO, dengan investor menggelontorkan dana sebesar Rp7,1 triliun. Menurut data dari RTI Business yang dilaporkan pada Senin, 11 Desember 2023, saham GOTO mendominasi aktivitas perdagangan, mencatat transaksi senilai Rp7,1 triliun, melibatkan 70,6 miliar saham dalam 407.828 transaksi.
Tren bullish ini mencapai puncaknya dengan lonjakan mencolok sebesar 13,68% pada Jumat, 8 Desember 2023, ditutup pada level Rp108 per saham. Menganalisis situasi ini, Herditya Wicaksana, seorang analis dari MNC Sekuritas, menyoroti penutupan saham GOTO pada Jumat sebelumnya yang menunjukkan kekuatan, disertai dengan lonjakan volume pembelian, memungkinkannya menembus MA200.
Melihat indikator lainnya, Herditya menekankan sikap positif dari MACD dan potensi terjadinya golden cross dalam stochastic. Oleh karena itu, GOTO diprediksi akan menguat lebih lanjut menuju level Rp130 per saham. Herditya menyarankan strategi trading buy untuk GOTO dengan dukungan di Rp97 dan tingkat resistensi di Rp116. Jika tingkat resistensi ini terlewati, GOTO berpotensi menguji level Rp120 hingga Rp130 per saham.
Sejalan dengan pandangan optimis ini, Ivan Rosanova, seorang analis dari Binaartha Sekuritas, melihat GOTO siap mengalami pertumbuhan lebih lanjut dengan target rentang Rp105 hingga Rp127 per saham. Rekomendasinya cenderung untuk melakukan hold atau trading buy saham GOTO di kisaran Rp86-Rp89 per saham, dengan menetapkan target harga di Rp105, Rp111, dan Rp127 per saham.
Sementara GOTO menjadi sorotan, kondisi pasar secara keseluruhan juga penting untuk dipantau. Analis MNC Sekuritas melaporkan kenaikan 0,4% di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, disertai dengan peningkatan volume pembelian. Hal ini mendorong BEI untuk menembus resistensi sebelumnya di 7.150.
Sa’at ini, BEI diyakini berada dalam fase akhir dari gelombang v dari gelombang (i) pada label hitam, menandakan potensi pengujian area 7.200-7.214 meskipun ada risiko koreksi di kisaran 7.032-7.097 sebagai area koreksi terdekat. Valdy Kurniawan, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, memperingatkan bahwa BEI berpotensi menguji level dukungan 7.100 dengan resistensi di posisi 7.200 dan pivot di level 7.150. Peningkatan BEI tampaknya mulai terbatas, ditandai dengan terbentuknya upper shadow panjang pada Jumat, 8 Desember 2023.
Dalam perdagangan penutupan pada Jumat lalu, BEI berada pada level Rp7.159, mewakili kenaikan sebesar 0,35%. Sejak awal tahun, BEI telah mengalami pertumbuhan sebesar 4,51%. Namun, Kurniawan menyarankan kewaspadaan, karena stochastic RSI menunjukkan potensi death cross di area overbought, menandakan risiko koreksi ke level dukungan 7.100.
Disclaimer: Artikel ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembelian atau penjualan saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Perhatian: Membuka Potensi GOTO
Pasar saham dipenuhi kegembiraan seiring PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) membidik untuk menembus level Rp130. Para investor telah memicu lonjakan luar biasa, dengan investasi sebesar Rp7,1 triliun dalam saham GOTO selama minggu 4 hingga 8 Desember 2023. Lonjakan ini, tercermin dalam lonjakan 13,68% pada 8 Desember, menempatkan GOTO sebagai pemenang, ditutup pada Rp108 per saham.
Minat: Pendorong di Balik Kenaikan GOTO
Keberhasilan GOTO baru-baru ini dapat dikaitkan dengan dominasinya dalam aktivitas perdagangan, dengan transaksi senilai Rp7,1 triliun melibatkan volume signifikan sebanyak 70,6 miliar saham. Analis, termasuk Herditya Wicaksana dan Ivan Rosanova, optimis tentang masa depan GOTO, mengutip indikator positif seperti kekuatan MACD, potensi golden cross, dan level dukungan serta resistensi yang strategis.
Keinginan: Menavigasi Jalan menuju Rp130
Herditya merekomendasikan strategi trading buy, menekankan dukungan di Rp97 dan tingkat resistensi di Rp116. Ivan menyarankan pendekatan hold atau trading buy untuk GOTO di kisaran Rp86-Rp89, dengan menetapkan target harga di Rp105, Rp111, dan Rp127 per saham. Sekarang perhatian tertuju pada apakah GOTO dapat menembus tingkat resistensi ini dan melonjak menuju Rp120 hingga Rp130 per saham.
Aksi: Kewaspadaan Investor dalam Konteks Pasar Lebih Luas
Sementara GOTO menjadi pusat perhatian, para investor diingatkan untuk tetap memperhatikan kondisi pasar secara keseluruhan. Kenaikan baru-baru ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan potensi risiko koreksi menekankan pentingnya optimisme yang berhati-hati. Wawasan Valdy Kurniawan menyoroti potensi level dukungan, resistensi, dan pivot untuk BEI, mendorong para investor untuk tetap waspada di tengah tanda-tanda perlambatan pasar.
Sebagai kesimpulan, perjalanan GOTO menuju Rp130 dipenuhi dengan potensi, didukung oleh kepercayaan investor yang kuat dan indikator pasar yang positif. Saat para investor menavigasi fase menarik ini, keputusan strategis yang dipandu oleh rekomendasi ahli akan memainkan peran sentral dalam memanfaatkan pertumbuhan GOTO.
