Perhatian
Saat tahun memasuki akhirnya, para penggemar pasar modal bersiap untuk apa yang diperkirakan oleh para analis sebagai lonjakan di pasar saham. Potensi window dressing dan rally Santa Claus pada akhir tahun telah menjadi peluang utama bagi para investor untuk mengakuisisi saham-saham unggulan seperti BBCA, TLKM, dan AKRA.
Minat
ChangKun Shin, Presiden Direktur Kiwoom Sekuritas, membuka wawasan tentang dinamika pasar di kuartal keempat. Secara historis, pasar saham cenderung menguat di Q4, berkontribusi pada peningkatan kinerja pasar di akhir tahun. Shin mengaitkan fenomena ini dengan beberapa faktor, termasuk peningkatan aktivitas perdagangan menjelang akhir tahun.
“Investor cenderung melakukan window dressing, praktik untuk meningkatkan kinerja portofolio mereka menjelang akhir tahun,” catat Shin, menekankan sikap proaktif investor untuk menyempurnakan portofolio mereka. Selain itu, Shin menyoroti optimisme yang meningkat di kalangan investor, didorong oleh prospek ekonomi yang positif untuk tahun mendatang.
Faktor lain yang berkontribusi, kata Shin, adalah peningkatan permintaan dana selama musim liburan. Investor seringkali menarik modal dari pasar saham untuk keperluan yang terkait dengan liburan, berkontribusi pada lonjakan potensial dalam aktivitas pasar.
Kiwoom Sekuritas melihat kemungkinan besar terjadinya rally Santa Claus pada akhir tahun ini, mengingat faktor-faktor seperti potensi penurunan suku bunga oleh The Fed dan Bank Indonesia tahun depan, ditambah dengan momentum politik.
Namun, diberikan pengarahan, karena pasar saham tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan kebijakan moneter bank sentral.
Keinginan
Robertus Hardy, Kepala Tim Riset di Mirae Asset Sekuritas Indonesia, memperkirakan kekuatan pasar yang signifikan untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menuju akhir tahun. Ini disebabkan oleh investor besar yang terlibat dalam mempercantik portofolio atau window dressing, khususnya dengan saham-saham blue-chip terpilih.
Mengidentifikasi peluang-peluang tertentu, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham-saham blue-chip seperti PT Astra International Tbk. (ASII), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT XL Axiata Tbk. (EXCL), dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA). Pemilihan ini didasarkan pada berbagai metrik valuasi dan potensi pertumbuhan.
Sebagai contoh, ASII menunjukkan penurunan rasio harga terhadap laba (P/E) mendekati level Maret 2020, meskipun return on equity (ROE) meningkat. Harga saham dan valuasi TLKM telah membaik dari sebelumnya yang rendah, membuatnya menjadi pilihan menarik. EXCL dihighlight karena valuasi yang menarik, dengan rasio harga terhadap nilai buku (P/BV) di bawah satu, ditambah dengan rencana konsolidasi yang strategis.
AKRA, diidentifikasi sebagai saham yang tertinggal namun menjanjikan, menjaga rasio P/E yang stabil sambil mengalami kenaikan ROE. Proyeksi terkini menunjukkan pertumbuhan laba bersih 12%-15% YoY pada 2024, didukung oleh permintaan bahan bakar dan bahan kimia dasar di Kawasan Indonesia Timur.
Mirae Asset Sekuritas, optimis terhadap pasar secara keseluruhan, menetapkan target IHSG akhir tahun di 7.200, mempertimbangkan volatilitas global. Menyongsong 2024, dengan perkiraan suku bunga lebih rendah dan hasil pemilihan, target bullish sebesar 8.100 ditetapkan.
Aksi
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, mengulangi sentimen positif. Dia menekankan potensi terjadinya rally Santa Claus yang didorong oleh kondisi pasar yang euforik saat ini, didukung oleh pemotongan suku bunga The Fed yang diantisipasi pada tahun mendatang.
Nico menyarankan beberapa saham yang layak diperhatikan investor, termasuk saham-saham perbankan seperti BMRI, BBNI, BBRI, dan BBCA. Di sektor konsumen non-siklus, saham-saham seperti AMRT, INDF, ICBP, dan MYOR direkomendasikan. Selain itu, saham-saham di sektor infrastruktur dan telekomunikasi seperti JSMR, TLKM, dan EXCL dihighlight.
Analis William Wibowo dari Kanaka Hita Solvera merekomendasikan beberapa saham di akhir tahun ini. Saham-saham tersebut meliputi BBCA, dengan rekomendasi wait and see masih cenderung bearish, support di Rp8.550 dan Rp8.200, resistance di Rp8.950. Selanjutnya, BREN dengan rekomendasi buy, dengan support di Rp6.850, dan resistance Rp8.175 dan Rp8.500, BBRI dengan rekomendasi buy on weakness dan bergerak pada support di Rp5.000 dan resistance Rp5.600, serta TLKM dengan rekomendasi buy on weakness yang memiliki support Rp3.550 dan resistance di Rp4.000.
Disclaimer: Artikel ini tidak bermaksud mendorong pembelian atau penjualan saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, dan Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi tersebut.
