China secara terbuka mengecam Amerika Serikat atas tindakan penyitaan kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela, sebuah langkah yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara. Pernyataan ini menegaskan posisi Beijing yang semakin jelas berdiri di pihak Caracas, di tengah meningkatnya eskalasi konfrontasi antara Washington dan pemerintah Venezuela.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan bahwa praktik Amerika Serikat yang secara sepihak menyita kapal milik negara lain merupakan tindakan yang “secara kasar melanggar hukum internasional.” Dalam pengarahan pers rutin di Beijing, ia menekankan bahwa China menentang segala bentuk tindakan yang merusak kedaulatan dan keamanan negara lain, serta mengecam unilateralisme dan praktik intimidasi yang dilakukan oleh kekuatan besar. Sikap ini mencerminkan konsistensi kebijakan luar negeri China yang mengedepankan prinsip non-intervensi dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Pernyataan keras Beijing muncul seiring dengan langkah Amerika Serikat yang dilaporkan tengah memburu kapal tanker minyak ketiga, memperketat blokade terhadap Venezuela. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pemerintahan Trump untuk memutus jalur ekonomi vital Venezuela dan semakin mengisolasi pemerintahan Presiden Nicolás Maduro. Blokade tersebut secara langsung menargetkan sektor energi, tulang punggung perekonomian Venezuela, dengan harapan melemahkan kapasitas finansial negara tersebut di tengah tekanan geopolitik yang terus meningkat.
Sebagai perusahaan minyak nasional, Petróleos de Venezuela SA (PDVSA) diketahui menyalurkan sebagian besar ekspor minyaknya ke China. Pengiriman ini kerap dilakukan melalui perantara dan menggunakan apa yang disebut sebagai “dark fleet”, yakni armada kapal tua dengan kepemilikan yang tidak transparan. Kapal-kapal ini biasa digunakan untuk mengangkut minyak dari negara-negara yang terkena sanksi internasional seperti Venezuela, Iran, dan Rusia, sehingga menjadi target utama pengawasan dan tindakan keras Amerika Serikat.
China menegaskan bahwa Venezuela memiliki hak penuh untuk mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara lain tanpa campur tangan pihak eksternal. Lin Jian menekankan bahwa Beijing mendukung Caracas dalam mempertahankan hak dan kepentingan sahnya, sebuah pernyataan yang memperlihatkan dukungan politik dan diplomatik China terhadap Venezuela. Sikap ini sekaligus memperdalam dinamika geopolitik global, di mana konflik kepentingan antara kekuatan besar semakin nyata dalam isu energi, sanksi, dan hukum internasional.
Sumber : Bloomberg.com
