Pasar kripto memulai awal tahun 2026 dengan nada positif, didorong oleh optimisme terhadap potensi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat dan meningkatnya selera risiko investor global. Pada perdagangan Jumat, sentimen risk-on kembali mendominasi meski pergerakan pasar masih dibayangi penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi, yang memicu volatilitas jangka pendek. Di saat yang sama, pelaku pasar tetap mencermati ketegangan geopolitik serta arah kebijakan ekonomi AS yang berpotensi mengubah sentimen secara cepat.
Secara harga, aset kripto utama mencatat penguatan solid. Bitcoin (BTC) naik ke level USD 89.713 atau menguat 1,78%, sementara Ethereum (ETH) melonjak lebih agresif ke USD 3.117,78 dengan kenaikan 4,45%. Altcoin besar turut mencuri perhatian, di mana Solana (SOL) naik 4,64% ke USD 131,10, XRP melonjak 5,88% ke USD 1,98, dan Binance Coin (BNB) menguat 2,21% ke USD 878,97. Performa ETH dan sejumlah altcoin yang lebih kuat mencerminkan pergeseran perilaku investor yang mulai “mencari beta” lebih tinggi seiring membaiknya sentimen pasar.
Dari sisi fundamental, fokus utama pasar tetap tertuju pada kebijakan The Federal Reserve dan rangkaian data ekonomi AS yang dirilis pada awal Januari. Ekspektasi penurunan suku bunga biasanya menjadi katalis positif bagi aset berisiko dan non-yielding seperti kripto. Namun, pasar tetap sangat sensitif terhadap potensi kejutan data ekonomi. Jika inflasi atau data tenaga kerja kembali menunjukkan panas berlebih, ekspektasi pemangkasan suku bunga dapat bergeser, memicu koreksi harga yang cepat.
Meski reli jangka pendek terlihat meyakinkan, satu faktor penting masih membuat pelaku pasar bersikap defensif, yakni arus dana ETF kripto yang belum konsisten. Data Farside menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar bersih sebesar USD 348,1 juta pada 31 Desember 2025, hanya sehari setelah mencatat arus masuk besar. Pola ini kerap menjadi sinyal peringatan bahwa reli awal tahun rawan kehilangan tenaga jika tidak disertai konfirmasi pembelian berkelanjutan dari investor institusional.
Kondisi tersebut menegaskan bahwa reli kripto saat ini masih membutuhkan validasi lebih lanjut. Tanpa kembalinya “uang besar” ke posisi net buy selama beberapa hari berturut-turut, kenaikan harga berisiko berubah menjadi reli palsu yang mudah dipatahkan oleh sentimen makro negatif. Bagi pelaku pasar, kehati-hatian tetap menjadi kunci, terutama di tengah kombinasi optimisme suku bunga, volatilitas makro, dan sinyal campuran dari aliran dana ETF kripto global.
Source: Newsmaker.id
