Pasar Asia-Pasifik Beragam Saat S&P dan Nasdaq Mencetak Rekor Baru

Pembukaan Pasar Asia-Pasifik Pasar Asia-Pasifik dibuka dengan kinerja yang beragam pada hari Selasa, meskipun S&P 500 dan Nasdaq Composite mencapai rekor tertinggi baru di Wall Street semalam. Investor di Asia akan menantikan keputusan Federal Reserve Amerika Serikat yang akan diumumkan pada hari Rabu, yang datang setelah laporan inflasi bulan Mei dirilis pada hari yang sama….

Read More

Perak Bersinar di Tengah Gejolak Global

Harga perak bergerak stabil pada perdagangan Rabu (18 Desember 2025), bertahan di dekat level tertinggi sepanjang masa. Logam mulia ini tetap menjadi magnet bagi investor di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama yang berkaitan dengan dinamika geopolitik serta arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Ketahanan harga perak mencerminkan perannya yang semakin kuat sebagai aset lindung nilai…

Read More

Memahami Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS pada April 2024

Tinjauan Pasar Pada awal April 2024, nilai tukar Rupiah Indonesia terhadap Dolar AS tetap menjadi perhatian, terutama karena berisiko melemah menjadi Rp15.910. Analisis Pasar Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS pada 1 April 2024 menunjukkan tanda-tanda potensi pelemahan, dengan nilai Rp15.895,5. Penurunan ini dapat dikaitkan dengan berbagai faktor, termasuk rilis data inflasi oleh BPS, yang…

Read More

Pembagian Dividen: Pemanis Kinerja Saham INDF dan ICBP Milik Anthoni Salim

Pembagian Dividen sebagai Strategi Menarik Investor Pembagian dividen dari emiten Grup Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), muncul sebagai pemanis yang menarik perhatian para investor di tengah tren koreksi kedua saham ini. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pekan lalu, di mana…

Read More

Sentimen Risk-On Tekan Emas, Mampukah The Fed Menyelamatkannya?

Harga emas (XAU/USD) kembali melemah pada sesi Asia hari Selasa, menyentuh level terendah dalam hampir tiga minggu setelah sempat mencoba menembus batas psikologis di atas US$4.000 per ons. Penurunan ini menandai hari ketiga berturut-turut pelemahan logam mulia tersebut. Penyebab utamanya adalah meningkatnya kepercayaan pasar global. Optimisme bahwa hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok akan…

Read More

Waspada! Harga Emas Terjepit Krisis Selat Hormuz dan Ancaman Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga emas kembali berada dalam tekanan setelah dua sentimen besar kembali membayangi pasar global, yakni meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz dan menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Kombinasi kedua faktor tersebut membuat logam mulia kehilangan daya tarik sebagai aset lindung nilai, bahkan sempat jatuh di bawah level psikologis…

Read More